Stop – 1

“Apa katamu?”
“Bukannya aku sudah mengatakannya dengan jelas? Karya itu milik Luna.”

Aku langsung menaruh gelasku kembali dengan kasar sampai isinya agak tertumpah di meja, “Milik Luna? Jelas-jelas aku yang membuatnya! Kenapa kamu bilang milik Luna?”

Dia menghembuskan nafas berat, “Venn, Luna sudah mengirimkannya ke redaksi dari bulan lalu.. dan alurnya sama persis.”

“Berengsek!” Ucapku sambil menatap Rin, “Dan kamu juga percaya kalau Luna dapat membuat karya seperti itu?”

“Aku tidak percaya, tapi atasanku percaya.. dan mereka menolak karya kirimanmu itu dengan alasan ceritanya sama dengan milik Luna.” Jelas Rin.

Aku mengacak-acak rambutku dengan kesal. Luna sialan.

“Maaf untuk mengatakan ini, tapi bos menyuruhmu untuk berhenti mengirimkan karya.” Jelas Rin yang membuatku terkejut.

“Maksudnya aku dipecat?” Tanyaku memastikan.

Rin mendesah sedih, “Maaf ya.”

Nama panggilanku adalah Venn. Lengkapnya adalah Fellicia Grace.

Aku adalah seorang penulis biasa yang tepat hari ini berumur 21 tahun, ya hari ini adalah hari ulang tahunku.

Keluargaku masih lengkap. Papaku seorang pegawai negri dan mamaku seorang ibu rumah tangga. Aku tidak punya saudara, jadi hanya aku yang dapat membantu untuk mencukupi kebutuhan keluarga. Keluargaku sangat sederhana, mereka tinggal di apartemen biasa dan tidak begitu luas.

Aku memiliki apartemen sendiri yang kubeli dengan uang hasil penjualan buku-bukuku yang best seller. Hidup sendirian dan selalu menyendiri. Temanku sekarang hanyalah Rin. Rin adalah editor yang bekerja di perusahaan penerbitan, tepatnya mantan editorku.

Menulis adalah pekerjaanku. Maksudnya itu adalah pekerjaanku pada awalnya. Aku sudah menulis sebanyak empat novel, seharusnya lima.. tapi karya kelimaku malahan diklaim milik Luna. Aku juga nggak tahu bagaimana cara Luna mencuri ideku itu. Masa ya kami punya pemikiran yang sama? Pastinya tidak mungkin! Karena Luna adalah penulis yang gagal. Karyanya (yang seharusnya adalah karyaku) kali ini baru mengangkat dia menjadi penulis best seller.

Repurtasiku menurun karena karya yang ku kirimkan sama seperti milik Luna. Berita juga mengabarkan bahwa buku-buku yang kutulis semuanya adalah jiplakan dari penulis lain, padahal aku menulisnya sendiri. 

Penerbit akan menerbitkan karya itu dalam waktu tiga hari lagi, dan aku tidak punya hak apapun untuk mengklaim itu adalah karyaku. Terlebih lagi mereka memecatku dengan alasan menghindari cemoohan dari para netizen.

Aku sekarang sedang berjalan pulang ke apartemenku dengan tersaruk-saruk.

“Bagus.. sekarang aku pengangguran total.” Pikirku sambil meneguk kaleng soda yang aku beli di supermarket barusan. “Aku harus mengatakan apa pada orang tuaku?”

Ketika aku melintasi sebuah gang, terdapat sesuatu yang menyilaukan di sana. Mataku memicing. Kemudian aku berhenti dan kembali menengok ke gang tadi.

Tidak ada apa-apa. Tapi perasaanku mengatakan padaku untuk masuk ke dalam gang itu walau suasana gang itu terasa menyeramkan. 

“Baiklah, aku akan mencoba melihatnya siapa tahu itu adalah emas yang tertinggal ketika ada pencuri lewat sini.” Batinku sambil memasuki gang itu.

Gang ini sangat kumuh dan agak sempit, hanya dapat dilewati oleh satu orang saja. Kemudian ternyata gang itu buntu dengan sebuah kaca yang sudah kumuh terletak pada dindingnya.

“Oh, mungkin kaca ini yang membuat silau.” Aku menganggap diriku bodoh karena berimajinasi terlalu tinggi, berharap ada emas curian terjatuh.

Kemudian aku membalikkan badanku dan melangkah untuk pulang ke apartemenku. Tapi ada sesuatu yang janggal ketika aku berusaha melangkah pergi. Langkahku tidak bisa mencapai jalan keluar satu-satunya. Gang ini seperti memanjang sendiri. Jadi aku juga seperti berjalan ditempat.

Aku teringat sesuatu. Setiap kali aku melewati gang ini ketika pergi ke supermarket, ada tulisan ‘WARNING!’. Tapi tulisan itu seperti tulisan mural para anak-anak. Masa iya tulisan itu bukan tulisan anak-anak?

Membayangkan kalau di sini ada arwah gentayangan atau alien saja sudah membuat keringat dingin mengalir deras dari ujung kepalaku. Apalagi kalau itu menjadi kenyataan. Bisa-bisa aku mengompol di celana.

Aku mencoba berlari dengan seluruh tenagaku. Hari yang sial. Padahal ini hari ulang tahunku. Seharusnya apa yang terjadi? Karya kelimaku diterbitkan. Kemudian karya pertamaku diangkat menjadi sebuah film. Orang tuaku merayakan ulang tahunku dan memberi kejutan di apartemenku. Saudara-saudaraku bangga padaku. Hahaha, menyedihkan sekali aku.

Percuma aku berlari-lari. Tidak ada yang terjadi. Sudahlah aku pasrah, mati sekalian aja nggak papa. Toh aku rasa aku sudah tidak punya alasan untuk hidup.

Aku duduk di pinggir gang (walau susah untuk duduk, karena agak sempit), menatap kosong cermin kumuh tadi. Membayangkan apa yang terjadi bila aku mati di sini.

Pastinya akan ada berita ‘SEORANG PENJIPLAK NOVEL AKHIRNYA MEMUTUSKAN UNTUK MENGAKHIRI HIDUPNYA DENGAN MEMINUM SODA DI DALAM GANG KUMUH’, tapi kok lucu banget ya judulnya? Kemudian ketika aku sudah mati, aku akan bisa menggentayangi Luna seumur matiku (maksudnya selamanya). Kira-kira setelah Luna mendengar berita itu apa yang akan terjadi ya? Dia menjadi gila? Mungkin.. dia akan merasa bersalah dan menjadi gila dan akhirnya namanya terlupakan dari daftar para penulis best seller. Hahaha, kejam sekali imajinasiku.

Sekian lama aku berimajinasi, aku sampai tidak sadar terjadinya perubahan. Kaca kumuh tadi menghilang dan tergantikan oleh sebuah pintu. Pintu yang baru. Pintu itu terbuat dari kayu jati yang diukir sedemikian rupa sehingga tampak menawan. Gagangnya terbuat dari emas dan masih mengkilap dan terlihat baru.

“Eh? Dari mana pintu itu berasal?”

Aku bangkit berdiri dengan kesusahan dan berjalan mendekati pintu itu. Setidaknya ini bukan sekedar imajinasiku, kan? Ketika aku hampir meraih gagang pintu yang berwarna emas mengkilap itu, pintu itu tiba-tiba terbuka terlebih dahulu.

“Selamat datang di Allachou!” Kata seorang pria paruh baya dengan mengenakan jas hitam panjang rapih, plus topinya yang menjulang tinggi seperti seorang bangsawan Inggris. Tak lupa dengan kaca matanya yang mengkilap.

Aku terkejut karena pintu yang dibuka tiba-tiba dan seseorang yang berkata ‘selamat datang’. Kemudian aku hanya diam saja dan tidak bisa berkata apa-apa, karena kurasa aku sudah gila.

“Kenapa hanya berdiri di depan pintu saja? Masuklah!” Katanya lagi sembari menarik tanganku memasuki pintu itu.

Ketika melewati pintu itu, rasanya seperti mengalami perjalanan yang lama sekali. Seperti di sekitarku ada yang berjalan dengan cepat, susah untuk menjelaskan dengan kata-kata. Apa ini yang dimaksud pergi ke dimensi lain? Wah keren, aku jadi terinspirasi untuk membuat cerita baru dan menguploadnya sendiri di webku.

“Ini dimana?” Gumamku sambil memandang sekelilingku.

Aku seperti memasuki taman belakang sebuah istana yang begitu besar. Tamannya terasa sejuk dan segar sekali. Tumbuhan-tumbuhan disini sepertinya terawat dan sangat enak dipandang, berbeda dengan taman kotaku yang terkesan angker. Di tengah taman terdapat sebuah air mancur yang terbuat dari marmer berwarna light yellow.

Allachou.” Kata pria paruh baya tadi.

Alla..? Kenapa aku bisa berada di sini?” Tanyaku agak terkesan bodoh.

“Tadi anda melewati pintu itu, nona.”

Iya, aku melewati pintu itu. Tapi sejak kapan di belakang gedung perusahaan yang sudah bangkrut terdapat jalan ke sebuah istana. Ini tidak masuk akal. Apa aku benar-benar pergi ke dimensi lain? Atau aku sudah mati dan ini adalah.. akhirat?

Untuk memastikan aku sudah mati atau belum aku pun menaruh jari telunjukku di bawah hidungku, “Masih bernafas..”. Kemudian aku menaruh tangan kananku di leherku, “Masih berdetak“.

“Mari saya antar anda menuju rumah anda.” Kata pria paruh baya itu lagi.

Aku hanya dapat mengikutinya saja. Walau di benakku masih terdapat banyak sekali pertanyaan yang ingin ku tanyakan tentang Allac.. apa tadi?

Kami berjalan melewati taman belakang (yang luas banget sampai-sampai aku kelelahan berjalan). Kemudian melewati sebuah pintu yang tampaknya langsung menembus bagian depan istana.

Setelah benar-benar sampai di bagian depan istana (aku sudah hampir tepar), tiba-tiba ada seorang laki-laki keluar dan mengejutkanku.

Prince Ralph, apa yang anda lakukan di sini?” Tanya pria paruh baya, mungkin sekarang aku harus memanggilnya Sir.

Prince katanya? Dia seorang pangeran? Wah wah.. aku benar-benar sudah gila. Aku bisa bertemu dengan seorang pangeran dari Allac… apalah itu. Omong-omong Allac.. itu apa ya? Negara? Kota? Dimensi lain? Planet??” Aku sibuk sendiri dengan pikiranku, mencoba melogika ini semua.

Kemudian aku menatap Prince Ralph. Ketika kami bertemu pandang tiba-tiba aku seperti terkena air hujan, padahal di sini sedang tidak hujan.

Air hujan itu semakin lama semakin deras. Aku seperti orang aneh, kehujanan sendiri. Pemandangan Prince Ralph dan Sir paruh baya tadi mulai mengabur. Semua mulai mengabur dan mataku terbuka.

Pandangan di depanku masihlah gang buntu tadi. Eh? Aku tertidur di sini? Kemudian aku berdiri dan melihat kaca kumuh alih-alih pintu besar, “ternyata hanya mimpi.”

Aku berhasil keluar dari gang ini dengan selamat. Tidak ada lagi kejadian gang itu memanjang sendiri. Memang ada tulisan ‘WARNING!’ dalam bentuk mural di depan gang.

Sepertinya tadi itu cuma mimpi. Aku bahkan tidak ingat sejak kapan aku tertidur di gang itu. Yah, lumayan baguslah untuk sebuah mimpi. Mimpi yang singkat. Kemudian aku berjalan kembali ke apartemenku. Sambil berjalan aku terus memikirkan kejadian aneh itu. Bagaimana bisa? Sebuah gang buntu dengan kesan angker bisa membawaku ke jalan istana? Dan kenapa cermin kumuh tadi bisa berubah menjadi sebuah pintu bagus?

Hingga akhirnya aku sampai ke apartmenku. Kali ini aku langsung membuka laptopku tanpa pikir panjang aku membuka webku dan menuliskan kejadian aneh tersebut di dalamnya, “yah buat apa juga jadi penulis lagi? Lebih baik aku menjadi penulis web saja.” begitulah pikirku lalu aku menulis di webku.
Hai semua! Salam kenal^^(bagi yang belum kenal aku :3)

Kita mulai saja pembicaraannya.. langsung ke topik! 

Apakah kalian pernah mengalami suatu kejadian aneh dalam hidup kalian? Mungkin kalian pernah merasakannya tapi kalian tidak dapat mengingatnya.

Aku barusan saja merasakannya. Ah tapi sebelum itu aku mau mengucapkan selamat ulang tahun untuk diriku sendiri. Yeah!! Haha..hadiah yang kudapat kali ini adalah… 

1. Pekerjaanku hancur

2. Karyaku dikira jiplakan

3. Menjadi pengangguran

4. Menemukan keanehan yang sangat aneh–

Ya itulah hadiahku keren kan? Nah skarang balik ke ceritaku 

Tadi pas perjalanan pulang aku menemukan sesuatu yang sangat terang sekali di gang dekat apartemenku. Awalnya aku menghiraukannya tapi aku penasaran (karena siapa tahu ada emas jatuh) akhirnya aku balik lagi ke situ dan ternyata cuma cermin kumuh mungkin aku kesilauan saja dengan cermin itu..pikirku..

Namun saat aku ingin keluar..aku terkejut karna gang kecil tadi bisa menjadi gang yang sangat panjang apa kalian tau aku tidak menemukan jalan keluar sama sekali! Hingga aku menyerah dan berusaha duduk karna sempit sekali pikiranku jenuh tak lama kemudian aku memandang ke arah cermin tadi dan kalian tau?! Cermin kumuh itu berubah menjadi pintu besar dan baru dan bagus dan mewah!! Wow! Gagangnya saja terbuat dari emas!! (Mungkin aku bisa mengambilnya dan kujual)

Saat aku menghampiri pintu itu tiba2 ada seorang pria tua dengan pakaian rapi menyambutku katanya slamat datang di..di…di all..all..allcho? Allchi? Pokoknya namanya aneh banget! Begitulah dan menariku ke halaman yang seperti taman istana aku tidak mengerti tapi setauku aku bertemu seorang pangeran tapi aku lupa namanya stelah itu aku merasa kehujanan dan ternyata aku kembali lagi ke gang itu..haha mungkin itu mimpi? Yang terasa nyata? aku sampai berpikir aku sudah di akhirat tadi.. Aneh kan? Dan gang tadi menjadi seperti semula dengan ada tulisan mural ” WARNING” di situ..aneh kan? Nah sekian dulu ceritaku ya haha maaf kalau tidak menyenangkan

Sampai jumpa lain kali (^^)
Huffftt selesai juga.

Advertisements

Introduction #2

So… Am I going to use English too? I don’t think so.

Pakai bahasa sehari-hari lebih gampang 😂

Kali ini, aku mau perkenalan dulu. Sebelumnya sudah ada perkenalan, tapi ini versinya Nekochan 😉

Awal terbentuknya blog ini? Kami berpikir pasti menyenangkan kalau ada beberapa blogger yang ngumpul jadi satu dan membuat cerita bersama. Atau membahas sesuatu bersama.

Aku akan memperkenalkan anggotanya:

  • SooHyun / Ayumu

Dia orangnya ambivert. Karena itu dia bisa menyesuaikan diri di lingkungan manapun (seenggaknya itu yang kutahu haha). Sejak bertemu dengannya, aku jadi bisa lebih pe-de (itulah yang kurasakan). Aku juga merasa kita cocok karena kadang pemikiran kita suka kebetulan sama, kayak esper gitu :v

Kesamaan yang kita miliki: suka drama, suka j-pop, suka anime, suka… apalagi? Ayumu, bisa nyebutin?

Bisa.. mungkin ng, perkataan dan pikiran :3 tapi kira beda dalam cara membuat cerita 😂

  • Ly’em / Iwase

Dia kurus, tinggi (lumayan), rambutnya bergelombang dan memakai kacamata.

Dia orangnya introvert (just like me!), makanya kita bisa akrab pertama kali waktu SMP gara-gara kita susah cari teman dan akhirnya kita kenalan karena sesama introvert hahaha…

Kesamaan yang kita miliki: punya hobi dan bakat menggambar, suka Arashi, terutama Yama pair *eh

Iwase bisa sebutin yang lain?

  • HyunMi / Emika

Emika ini orangnya extrovert (nahh lengkap dah 👍), dia juga agak tomboy (tapi nggak melebihi diriku), dan diantara kami berempat dia yang paling nggak bisa diem ‘-‘ Dia pakai kacamata (kayak Iwase), dan warna favnya ungu. Hmm… mungkin aku perlu ganti warna langit :v

Waktu pertama ketemu? Aku baru sadar kalau itu unik, lho. Sebelum aku ketemu sama Emika aku sudah dekat sama Iwase dan Ayumu. Nah setelah aku dan Emika ketemu, ternyata mereka bertiga (Emika, Ayumu, Iwase) itu juga sudah bersahabat sejak lama 😂 Btw, Emika ini penari tamborin (kayak Ayumu dan Iwase) di gereja yang sama, jadi nggak heran mereka sudah dekat sejak lama. Makanya itu aku sekarang juga dekat dengan Emika karena aku merasa kita kompak 😄

Kesamaan yang kita miliki: suka nge-dance (walau aku belum bisa sama sekali!!), dan suka anime terutama Mob Psycho 100 *haha

  • Me, Nekochan / Ryoko

Aku introvert (udah pada tahu kan), boyish, berambut pendek, bertubuh pendek pula (kayak kakak haha), agak kurus juga. Jadi, pendek + kurus = mungil? (Seperti yang diimajinasikan kak Firman wkwk)

Aku suka menggambar, suka j-pop, suka j-drama, bikin cerita, suka main game, suka Arashi, suka kucing. Jadi, Arashi + kucing = paradise *lho?

Nah itu dia. Semoga blognya bisa berkembang dan bisa dibaca dan disukai banyak orang.

Introduction #1

Yo, My name is SooHyun or Murakami Ayumu (just call me that, although that’s not my real name).

I made this blog to.. umm, what for guys? I think just for fun. We thought that making blog with many authors is a fun thing :v so we decided to make.

This blog name is.. Oretachi no Sora in Japanese, mean ‘Our Sky’. Why must Sky? Idk :v don’t ask me T.T

Maybe I could give u my conclusion :v Our Sky… Sky is a large thing. It’s contain Galaxy, Stars, Moon, Sun, and also Planets. So… In my opinion, this blog (hope) will be a large like sky and not just small and only post a boring thing. Haha :v
I’ll start this blog with my friends, there are

..

  • Neko-chan (Ryoko)

Am I must describing? Well, Small things.. She is a king of cats’ planet, her idol is Arashi, and.. (she said that) she have other one personality called Ryou

Haha -,-

  • Lilian (Iwase)

She is thin (this is the first think that u must to know), Half-bred, smart in Dancing (ballet?) and Drawing

Soo… u guys, I need you (who ever read this) to support this blog :3
Nice to meet you 😉 See ya~

SooHyun Park